Kamis, 28 Mei 2015

CATATAN O2

PERSIAPKAN SEBELUM DITILANG

Siang itu aku memacu motor dengan kecepatan sedang. Hawa panas yang sempat menyergap perlahan sirna.
Sesekali kulirik speedometer yang menunjuk naik turun ke angka 0-20-40 km/jam. Sementara tanda yang menunjukan isi bahan bakar sudah mendekati merah. Dan ini berarti saya harus mampir ke POM Bensin beberapa kilometer di depan.
Melewati jalan baru suasana cukup padat. Kendaraan banyak yang melaju dengan kecepatan cukup lumayan. Diatas 70-80 km perjam. Tapi tiba-tiba di depan seperti ada kemacetan. Aku segera memperlambat laju motor supra kesayanganku.
Beberapa kendaraan angkot dan motor terlihat berhenti menepi. Ada banyak polisi.
Ya. Ternyata siang itu sedang ada razia.
Aku segera menenangkan diri. Aku masih ingat dengan SIM dan STNK yang selalu disimpan di dompet yang ada di saku belakang celana katunku. Sekilas kupastikan bahwa lampu depan motorku dalam kondisi menyala. Ya. Satu kekhilafan kecil bisa jadi alasan bagi polisi untuk menilang.
Ternyata motorku tidak diperhatikan dan tidak dihentikan. Syukurlah. Aku jadi bisa langsung melenjutkan perjalanan.
Tapi tiba-tiba, tak jauh dari sebelah kananku terdengar suara, ''Bruk !"
Aku sempat terkejut. Sebuah motor yang dikendarai oleh seorang bapak dengan anak kecil dan seorang perempuan yang mungkin istrinya roboh. Anak kecilnya menangis. Dan tepat di belakangnya mobil angkot terhenti. Rupanya motor itu ditabrak oleh angkot dari belakang.
Bapak itu segera bangkit dan membalik ke angkot sambil memukul bagian depan mobil itu sambil marah.
Beberapa orang segera mendekat dan memberikan pertolongan.
Tapi karena mengejar waktu, aku melanjutkan perjalanan. Sambil tetap berhati-hati.

Rabu, 27 Mei 2015

Catatan 01

BUKA MATA DAN BUKA HATI

Ketika kita menyadari bahwa perjalanan kita begitu jauh,
Sementara perbekalan yang diperlukan harus banyak,
Buka mata dan buka hati,
Agar kita tidak salah arah,
Agar kita tidak berat melangkah